Laman

E S A ___ M R

Rabu, 08 Juli 2015

Kota Tanpa WiFi


Assalamu'alaikum...
Sudah baca judul diatas? Kalau kamu baca, Gopal sampai kaget, tuh! Hehehe.... kalau mau tau, kota tanpa WiFi itu seperti apa, baca aja, klik readmore...
Bayangkan, bagaimana rasanya hidup di tengah kota tanpa WiFi? Disana, kita tidak bisa menggunakan WiFi, tidak ada sinyal ponsel dan tidak ada sinyal radio TV. Rasanya mungkin kita masuk ke dalam suatu pedalaman hutan. Sunyi.... senyap... sepi... lalu muncul.....


Di sebuah kota bernama Green Bank (kalau di Indonesia "Bank Hijau", wkwkwkkw), bagian dari West Virginia, Amerika Serikat, semua bayangan itu akan terjadi. Bahkan ketika mulai masuk ke kota itu, suara radio di mobil pelan-pelan akan hilang dan akan digantikan dengan white noise tanda kehilangan transmisi. Sinyal ponsel pun lenyap. Green Bank memang bukan kota biasa. Lokasinya berada di National Radio Quiet Zone AS, wilayah yang secara hukum melarang penggunaan alat bertransmisi radio demi memfasilitasi peneletian ilmiah dan intelijen militer.

Ada dua rangkaian teleskop raksasa yang berdiri di dekat kota tanpa WiFi tersebut, yaitu milik National Radio Astronomy Observatory *susah banget sih namanya* (NRAO) dan milik National Security Agency (NSA). Rangkaian teleskop raksasa pertama berfungsi memantau pergerakan bintang, nebula dan supernova, sedangkan yang kedua dipakai untuk keperluan intelijen. Teleskop-teleskop raksasa itu sangat sensitif sehingga dapat terganggu oleh sinyal elektronik dari microwave atau sekedar selimut listrik. Bahkan ketika ada penduduk kota yang nakal menyalakan WiFi, pemerintah bisa mendeteksi dan akan mengirimkan petugas untuk meminta mereka mematikannya. 


Bagi orang serba digital, kota ini dianggap sebagai siksaan (dan aku juga menganggap seperti itu). Di sisi lain, bagi orang-orang yang mengidap Electronic Hypersensitivy (EHS) kota kecil itu sebagai surga dunia. EHS merupakan sensitifitas berlebihan terhadap paparan radiasi elektromagnetik. Biasanya pengidap akan merasa pusing, mual dan pandangannya buram ketika berada di dekat BTS atau WiFi. Meskipun sinyal tersebut masih ada dalam batas aman untuk manusia.

Dengan demikian kota Green Bank, kota Tanpa WiFi dan alat transmisi radio jadi tujuan idaman. Total sudah ada sekitar 40 orang pengidap EHS yang pindah kesana, bercampur dengan populasi penduduk asli yang hanya sekitar 120 orang.

Nah, sudah kan informasinya? Menurutku, kota ini merupakan tempat yang amat menyedihkan, karena nggak ada sinyal WiFi. Gimana mau nge-blogger? Wkwkwkwkw.....
Oke, komentarnya juga ditinggalkan ya
Wassalamu'alaikum...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar yang baik
Jangan berkata kasar